Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Kamis, 03 November 2011

Kemdikbud Selenggarakan Out Bond Anak Disabilitas

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menyelenggarakan out-bond bagi anak-anak berkebutuhan khusus dengan disabilitas. Acara yang bertajuk Gathering Scout With Special Needs (GSWSN) Tahun 2011 itu mengusung tema Pengembangan Pendidikan Karakter.

Kegiatan ini juga mengundang peserta dari mancanegara diantaranya Australia, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, India, Selandia Baru, Banglades, Jepang, dan Pakistan. Mereka akan mengikuti sejumlah kegiatan bersama pramuka anak berkebutuhan khusus di Kompleks Sari Ater, Ciater, Subang, Jawa Barat, mulai 8-11 November 2011. Sementara pembukaan GSWSN 2011 akan dibuka oleh Dirjen Pendidikan Dasar, Kemdikbud Prof Suyanto PhD pada tanggal 9 November 2011.

Out-bond anak disabilitas yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PPK-LK Dikdas) Kemdikbud yang bekerja sama dengan  Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka ini merupakan yang pertama diselenggarakan oleh Kemdikbud.

Peserta meliputi siswa penyadang tunarungu, tunagrahita, dan tunadaksa yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia yang masing-masing mengirimkan 5 siswa dan 1 pendamping. Sementara itu, peserta dari mancanegara hingga kini masih ditunggu konfirmasinya.

Direktur  PPK-LK Dikdas Kemdikbud Mudjito mengatakan event internasional ini menge-depankan pendidikan karakter dengan model pembelajaran di luar sekolah yang menyenangkan bagi peserta didik.  Peserta akan diajak bermain dan belajar ketrampilan maupun ketangkasan diantara-nya seperti ice breaking, permainan kebangsaan, penjelajahan, dan karnaval dengan pakaian daerah atau masing-masing negara.

"ABK dengan disabilitas ini pun perlu suasana pendidikan yang menarik, menyenangkan dan menantang, sehingga mereka mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi diri," tegas Mudjito.

Mudjito menjelaskan dalam event ini akan tercipta model-model pendidikan karakter seperti menanamkan jiwa patriotisme, memupuk jiwa persaudaraan antarpeserta, meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, peserta juga dilatih untuk meningkatkan keberanian dan ketangkasan seperti wide game, melatih peserta agar trampil seperti puzzle matematika. Mereka juga dilatih ketrampilan dan mengembangkan kreatifitas dalam membentuk bangunan mini, serta pentas seni.

"Itu semua merupakan salah satu bentuk pembelajaran pendidikan karakter untuk memaksimalkan kemampuan penginderaan anak disabilitas, melatih keberanian dan ketahanan mental dan fisik mereka, serta memupuk sikap toleransi dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat di lingkungannya," papar perempuan yang menjabat sebagai Kasi Pelaksana Kurikulum Dit.PPK-LK Dikdas Kemdikbud ini.[\]


Penyusun
Rahmintama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar