Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Senin, 21 November 2011

Siswa Cerdas Istimewa Ikuti Science Camp International 2011

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, Pendidikan Dasar, bekerjasama dengan ‘Surya Institute’ di bawah pimpinan Prof. Yohanes Surya, Ph.D, menyelenggarakan International Math and Science Camp 2011 bagi anak cerdas istimewa, pada tanggal 22-26 November 2011 di Kompleks rekreasi Sariater, Subang, Jawa Barat.

“Kegiatan ini akan diikuti oleh siswa SD dan SMP yang mengikuti program Akselerasi dan Layanan Cerdas Istimewa dari seluruh Indonesia. Sebanyak 55 anak dan 15 guru pendamping mengikuti kegiatan ini,” ujar Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, Dikdas Kemdikbud, Mudjito, di Jakarta, Senin (21/11/2011).

Di samping itu juga kata Mudjito, akan ikut serta peserta dari luar negeri yaitu dari negara Thailand, Philipina, dan Taiwan.

Mudjito menjelaskan, sejumlah pakar dalam dan luar negeri akan menjadi nara sumber pada kegiatan ini, antara lain, Prof. Wen Hsien Sun dari Taiwan, Dr. Simon L. Chua, dari Philipina, sedangkan dari dalam negeri antara lain Prof. Yohanes Surya, Ph.D (Surya Institut), Dr. Saladin Uttunggadewa dan Prof. Khairurizal (ITB) dan Hokky Situngkir dan kawan-kawan dari Tim Surya Institut.

Menurut Mudjito, selama kegiatan ini para siswa akan diajak mengenal dan menyenangi Matematika dan IPA dengan cara yang menyenangkan dan praktek lapangan.

“Selama 5 hari peserta akan akan mengikuti kegiatan-kegiatan penda-laman teori, pemecahan masalah yang sifatnya saling bekerjasama antar peserta, dan bukan dalam bentuk yang bersifat kompetisi,” kata Mudjito.

Selain itu kata dia, semua peserta diajak untuk melakukan kunjungan ketempat-tempat wisata edukasi dan budaya untuk selain memperkaya pemahaman mereka tentang IPA dan Matematika, juga agar lebih mengenal budaya Indonesia.

Mudjito menambahkan, sebagai bangsa yang besar, Indonesia sesungguhnya memiliki potensi SDM yang luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan tradisi diperolehnya emas pada pada ajang Olimpiade Matematika dan IPA di tingkat internasional.

Kegiatan ini lanjut Mudjito, menjadi penting karena melalui wadah ini, potensi dasar anak grifted dengan ciri-ciri IQ di atas 130 memiliki kreativitas baik, dan komitmen menyelesaikan tugas juga baik yang dapat dibina secara khusus sehingga memberikan kontribusi besar dalam pembangunan bangsa.

“Meskipun jumlahnya hanya 2,5 persen dari jumlah populasi (1,3 juta) tetapi keberadaan anak gifted dan talented adalah sumbangsih besar untuk kemajuan Indonesia dimata dunia Internasional,” jelas Mudjito.

Mudjito berharap, dengan kegiatan ini diharapkan anak-anak yang gifted dan talented memiliki kemampuan mengeksplorasi dan menemukan dalam dunia Matematika dan IPA.[\]

Siaran Pers
Rahmintama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar