Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Rabu, 20 Juni 2012

70% Penyandang Ketunaan di Indonesia belum Tertangani

www.ntbterkini.com, Mataram – Sekitar 70 persen dari 350 ribu anak penyandang ketunaan di Indonesia hingga saat ini belum tertangani dengan baik oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan karena keterbatasan sarana pendidikan dan pembiayaan. Ratusan ribu anak berkebutuhan khusus tersebut kini hanya ditangani  oleh orang tuanya dan beberapa orang diantaranya berada disekolah inklusi.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPKLK) Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mudjito, Rabu (20/6) mengatakan, dari sekitar 350 ribu penyandang tunadaksa, tunarungu, tunagrahita, tunanetra, tunalaras dan autis di Indonesia, baru sekitar 30 persen atau sekitar 85 ribu orang yang sudah menikmati pendidikan. Hal itu dikatakannya, di sela acara pemantauan pelaksanaan Festival Lomba Seni Siswa Nasional-FLS2N 2012 kategori siswa berkebutuhan khusus, di Mataram.

Menurut Mudjito, minimnya fasilitas pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus berupa sekolah luar biasa mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, menjadi salah satu penyebab masih banyaknya siswa penyandang ketunaan yang belum memperoleh kesempatan bersekolah.Padahal, menurut Mudjito, meskipun memiliki keterbatasan dari segi logika, anak-anak berkebutuhan khusus sebenarnya memiliki kekuatan tersendiri terutama dari sisi estetika dan etika.

“Untuk itu, kami terus mendorong pemerintah daerah untuk mengajukan permohonan bantuan pembangunan sekolah bagi siswa berkebutuhan khusus, tentunya dengan berbagai pertimbangan seperti jumlah anak penyandang ketunaan di daerah itu relatif banyak” Ungkapnya.

Kemdikbud juga membantu dari sisi biaya operasional bagi SLB yang statusnya milik swasta. Bantuan yang diberikan berupa Bantuan operasional sekolah dan dana operasional rutin sebesar 40 juta rupiah per tahun. Bantuan dana operasional itu diarahkan untuk membiayai pengobatan siswa jika mengalami gangguan kesehatan, disamping juga untuk biaya transportasi dan kebutuhan lainnya.

Ia menambahkan, Pemerintah juga menggratiskan segala biaya pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus agar tidak membebani para orangtua, terutama yang tergolong kurang mampu.

“Pokoknya pemerintah terus berupaya agar para penyandang ketunaan di Indonesia bisa tertangani dengan baik termasuk dibidang pendidikannya. Tidak ada lagi lah siswa yang tidak sekolah gara-gara tidak ada biaya” Tegasnya. (ntb4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar