Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Senin, 03 September 2012

Gebyar PK Jatim: Ayo, Contoh Jawa Timur

Pameran Pendidikan Khusus dan Gelar Karya Siswa Berkebutuhan Khusus Jawa Timur Tahun 2012 yang diselenggarakan di pusat perbelanjaan megah seperti di Royal Plaza ini bukan tanpa alasan.

Menurut Kepala Seksi Pendidikan Khusus, Puji Hastuti, setelah evaluasi penyelenggaraan pameran tahun lalu yang responnya bagus, maka di tempat yang sama pula digelar acara yang sama.

"Pameran yang dilaksanakan di pusat perbelanjaan memberikan dampak positif, dengan adanya pameran di plaza seperti ini, sosialisasi pendidikan khusus bisa langsung terlihat oleh masyarakat luas khususnya pengunjung pusat perbelanjaan ini," ucap Puji.

Selain itu, lanjut dia, berada di tempat ramai bagi anak berkebutuhan khusus akan menambah rasa percaya diri alias tidak minder berada di lingkungan yang sebelumnya jarang dilakukan. Dengan begitu ada saling menghargai antara  anak biasa dan anak berkebutuhan khusus.

Terpenting menurut Puji dengan semakin banyak masyarakat mengetahui pendidikan khusus dan layanan khusus kesadaran dan kepedulian untuk menyekolahkan anak berkebutuhan khusus juga meningkat. Sekurangnya setiap tahun sekitar 15 persen orangtua anak berkebutuhan khusus yang mulai sadar pentingnya pendidikan bagi anaknya.

Puji Hastuti juga menyebutkan harapannya dengan adanya kegiatan seperti pameran dan gelar karya ini akan menjadi contoh positif bagi daerah lain. "Dengan animo yang bagus dari masyarakat terhadap kegiatan seperti ini kita berharap daerah lain menyontoh keberhasilan ini dan melakukan hal sama di daerahnya," ucap Puji.

Banyak sisi positifnya sehingga Puji Hastuti melanjutkan, daerah lain mau mengalokasikan anggarannya untuk melakukan kegiatan yang serupa seperti yang di lakukan Jawa Timur. "Jika semua daerah punya kepedulian yang sama terhadap hasil karya anak berkebutuhan khusus maka kemandirian yang diharapkan bisa dimiliki setiap anak bisa terwujud merata di semua daerah," cetusnya.

Secara keseluruhan Puji juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap potensi, minat dan bakat anak berkebutuhan khusus untuk bisa hidup mandiri. Juga diharapkan masyarakat dan pemangku kepentingan paham akan pentingnya layanan pendidikan khusus dan juga masyarakat bisa meningkat peranannya dalam menyediakan layanan dan pembinaan anak berkebutuhan khusus.

Saat ini berdasarkan data dari Dinas Provinsi Pendidikan Jawa Timur, lembaga pendidikan khusus di Jawa Timur seperti TKLB berjumlah 130 (2012), SDLB ada 237 (2012) serta SMPLB ada 183 (2012). Untuk sekolah inklusif berdasar data 2012, Jawa Timur memiliki 320 SD Inklusif dan 39 SMP Inklusif. Sementara peserta didik yang ada di sekolah inklusif tingkat SD sebanyak 3.653 serta 281 yang bersekolah di SMP Inklusif. Sedangkan peserta didik di TKLB berjumlah 1.248, SDLB ada 9.423 anak, SMLB ada 2.315 anak.[*/aliefien]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar