Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Senin, 03 September 2012

Gebyar PK Jawa Timur: Pameran Meriah, Pengunjung Sumringah

Sebanyak 40 stan meramaikan Pameran Pendidikan Khusus dan Gelar Karya Siswa Berkebutuhan Khusus yang digelar dari 31 Agustus-2 September 2012 lalu di Royal Plaza, Kota Surabaya, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Bukan hanya sekolah luar biasa se Jawa Timur yang menampilkan hasil kreasi anak berkebutuhan khusus. Ada juga stan sekolah inklusi seperti SMP 29 Surabaya serta stan Universitas Brawijaya Malang.

Hampir setiap kabupaten di Jawa Timur mengutus wakilnya untuk berpameran. Masing-masing stan berlomba menampilkan karya terbaik anak berkebutuhan khususnya. Tetapi tidak semua membawa kreasi kerajinan tangan. Seperti yang dilakukan stan dari Blitar ini yang membawa buah belimbing satu keranjang besar yang berisi sekitar 100 kg belimbing.

Tak dinyana, jika dalam hitungan jam saja belimbing di stan Blitar ini ludes di beli pengunjung yang datang ke Royal Plaza. "Saya, sengaja lebih dari dua kilo, selain banyak manfaatnya, belimbingnya saya lihat bagus-bagus dan harganya terjangkau," kata Sumarni sambil menunjukkan buah belimbingnya.

Stan yang ramai dikunjungi pengunjung lainnya adalah stan Kabupaten Madiun, yang diisi oleh SDLB Negeri Banjarsari Wetan. SDLB ini menampilkan hasil keterampilan menjahit, kerajinan tangan membuat souvenir, bross, jepit rambut dan bingkai foto.

Hasil kreasi siswa SDLB Banjarsari Wetan pun bisa diandalkan terbukti hasil kreasi sekolah ini   mendapat mitra industri diantaranya menjahit untuk konveksi AL-Madinah, juga menjahit bendera dan handuk untuk Toko Purnama di Madiun.
 
Selain itu, sudah banyak pula prestasi yang diraih seperti juara 1 outbond tingkat nasional, juara 1 merangkai hantarasn tingkat provinsi Jawa Timur, juara 1 outbond dan halang rintang tingkat provinsi Jawa Timur, juara 2 seni lukis tingkat provinsi Jawa Timur dan masih banyak prestasi lainnya tingkat kabupaten.

Pameran dan Gelar Karya Cipta Anak Berkebutuhan Khusus ini tidak hanya menampilkan hasil ketrampilan saja, ada pula pentas seni anak berkebutuhan khusus yang merupakan wahana unutk unjuk keberbakatan seperti dalang, pertunjukan catur, rias pengantin, fashion show, musik dan tari.

Perhalatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga dilengkapi dengan dialog interaktif melalui media elektronik dengan tema "membangun kemandirian dan komitmen melalui pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus di Jawa Timur.

Dinas Pendidikan juga tak mau ketinggalan ambil bagian dengan membuka konsultansi layanan pendidikan khusus dan inklusif untuk guru luar biasa, sekolah penyelenggara pendidikan inklusif serta masyarakat umum tentang penyelenggaraan pendidikan khusus dan pendidikan inklusif serta berbagai upaya pengembangan potensi anak berkebuthan khusus.

Konsultansi mengenai autis oleh sebuah lembaga Hellen Keller juga hadir meramaikan gebyar pendidikan khusus Jawa Timur. Konsultansi mengenai pendidikan inklusif juga bisa dilakukan di stan Universitas Brawijaya Malang dan SMP 29 Surabaya.

Saat ini di kota Surabaya sudah ada beberapa SD Inklusif dan enam SMPN Inklusif  yaitu SMPN 5, SMPN 28, SMPN 29, SMPN 30, SMPN 36, dan SMPN 39. Jumlah sekolah Inklusif di Surabaya dari tahun ke tahun akan terus bertambah dan pada tahun 2014 direncanakan setiap kecamatan sudah terdapat sekolah-sekolah Inklusif mulai dari tingkat SD sampai SMA/SMK.

Dengan adanya sekolah inklusif itu semua anak mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan tidak dideskriminasikan. Semua anak mempunyai kemampuan untuk mengikuti pelajaran tanpa melihat kelainan dan kecacatannya. Perbedaan merupakan penguat dalam meningkatkan mutu pembelajaran bagi semua anak dan sekolah dan guru mempunyai kemampuan untuk belajar merespon dari kebutuhan pembelajaran yang berbeda.[*\aliefien]

1 komentar: