Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Selasa, 25 September 2012

Kemdikbud Selenggarakan Jambore Nasional ABK 2012

Siaran Pers dari Solo:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyelenggarakan Jambore Nasional Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tahun 2012, di Surakarta, Jawa Tengah. Jambore bagi siswa berkebutuhan khusus yang kedua ini mengedepankan pendidikan karakter dengan model pembelajaran di luar sekolah yang menyenangkan bagi peserta didik.

"ABK perlu suasana pendidikan yang menarik, menyenangkan dan menantang, sehingga mereka mampu meningkatkan kepercayaan dan kompetensi diri," kata Dirjen Pendidikan Dasar, Kemdikbud, Prof Suyanto PhD saat membuka event yang diikuti 33 provinsi ini di Hotel Lorin, Surakarta, Selasa malam (25/9/2012).

Dirjen Dikdas mengatakan dalam kegiatan ini syarat terhadap pendidikan berkarakter. Karena tujuan Jambore Nasional ABK ini untuk mengembangkan potensi ABK dalam konteks pendidikan karakter agar menjadi individu yang berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, apresiasif terhadap seni dan budaya Indonesia, terampil, tangkas, penuh percaya diri, serta mandiri.

"Pada event ini mereka seluruh Indonesia bertemu. Dengan banyak teman, mereka bisa melakukan segala sesuatunya bersama. Saya juga berterima kasih kepada guru maupun pendamping yang mampu dan tak henti-hentinya membina ABK menjadi mandiri. Dari anak yang tidak tahu, menjadi tahu. Mulai yang sulit berkomunikasi, kini menjadi mudah. Melalui akses dan kesempatan seperti inilah, anak-anak tumbuh kepercayaan dirinya," papar Suyanto.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PPK-LK Dikdas) Mudjito menjelaskan sebanyak 330 peserta meliputi lima siswa penyadang disabilitas masing-masing adalah tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa dan autis yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia bersama 1 pendamping mengikuti serangkaian kegiatan hingga 28 September 2012 di kawasan Hotel Lorin.

"Jambore ABK ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran pendidikan karakter untuk memaksimalkan kemampuan penginderaan anak-anak berkebutuhan khusus," tegas Mudjito seraya menambahkan kegiatan ini merupakan bentuk dari Gathering Scout With Special Needs (GSWSN) yang diselenggarakan pada tahun 2011 di Sari Ater, Jawa Barat yang bekerja sama dengan  Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.

Mudjito menjelaskan dalam event ini akan tercipta model-model pendidikan karakter seperti menanamkan jiwa patriotisme, memupuk jiwa persaudaraan antarpeserta, meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Jambore ABK ini berguna untuk melatih keberanian dan ketahanan mental dan fisik mereka, serta memupuk sikap toleransi dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat di lingkungannya," ujarnya.

Kemudian, ada pula permainan wawasan kebangsaan, cinta tanah air, permainan penjelajahan, perilaku hidup bersih dan sehat, pelestarian lingkungan melalui ketrampilan daur ulang dari barang bekas. Pada hari terakhir diselenggarakan karnaval sebagai wujud cinta budaya daerah, dan pentas seni.

"ABK juga belajar bertoleransi dengan perbedaan satu sama lain. Mereka belajar budaya bangsa dari peserta lain melalui permainan-permainan yang menyenangkan, dalam bentuk pentas seni dan karnaval dengan pakaian daerah," kata Mudjito.[\]

Foto:
Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud Prof Suyanto PhD menyematkan tanda peserta Jambore Nasional ABK kepada kelima perwakilan siswa berkebutuhan khusus (tunarungu, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa dan autis).

Foto Bawah:
Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PPK-LK Dikdas) Mudjito melaunching beberapa lagu ciptaannya tentang Anank Bekebutuhan Khusus



Media Relations
Rahmintama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar