Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Senin, 03 September 2012

Gebyar PK Jawa Timur: Sekolah Inklusi di Jawa Timur Harus Bersinergi

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus melakukan upaya-upaya perbaikan untuk mewujudkan generasi yang lebih baik. Salah satu upayanya adalah menyelenggarakan kegiatan Pameran Pendidikan Khusus dan Gelar Karya Siswa Berkebutuhan Khusus bagi peserta didik kebutuhan khusus yang berlangsung dari 1-2 September lalu di Royal Plaza, Surabaya.

Pameran ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Harun, M.SI, MM dan diikuti oleh sekolah luar biasa dan sekolah inklusi serta perguruan tinggi. Kepala Dinas Pendidikan pada kesempatan itu mengatakan kegiatan pameran tersebut diharapkan menjadi salah satu wahana strategis untuk membentuk generasi yang selalu berusaha mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki.

"Dalam jangka panjang, suatu saat nanti mereka diharapkan akan tumbuh menjadi generasi yang berkepribadian, kokoh, komperatif dan mandiri," katanya. Selain itu Harun juga menyampaikan Pemerintah Provinsi mendukung sekolah inklusi. Dukungan yang dituangkan dalam peraturan gubernur tersebut menyebutkan harus ada sinergi antara sekolah inklusi dan reguler.

"Dengan peraturan gubernur itu sekolah reguler tidak boleh lagi membedakan anak berkebutuhan khusus. Sehingga sekolah inklusi itu harus selalu bersinergi, karena anak berkebutuhan khusus juga merupakan tanggungjawab kita bersama," kata Harun.

Apalagi menurut Harun jumlah anak berkebutuhan yang membutuhkan pendidikan di Jawa Timur jumlahnya tiap tahun meningkat. Oleh karena itu dinas pendidikan harus pula mempersiapkan sarana prasarana, sumber daya manusianya dan juga memotivasi.

"Dengan meningkatnya peserta didik anak berkebutuhan khusus kita harus terus mengevaluasi dan mau menerima masukan dari semua pemangku kepentingan. Karena dinas pendidikan tidak mungkin bekerja sendiri," kata Harun.

Sementara itu menurut Kepala Bidang TK/SD dan PLB Nuryanto, kegiatan pemeran dan gelar karya cipta ini merupakan yang ke dua kalinya dan berlangsung di tempat yang sama.

"Peserta pameran terdiri dari sekolah luar biasa dan sekolah inklusi. Dari 40 stan yang tersedia semuanya terisi untuk menampilkan karya-karya anak berkebutuhan khusus.Kegiatan ini untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai pembangunan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Jawa Timur," ujar Nuryanto.

Nuryanto berharap masyarakat makin memahami pendidikan untuk semua sehingga budaya malu memiliki anak berkebutuhan khusus makin lama makin terkikis dari bumi Jawa Timur. Ia juga bersyukur adanya peningkatan kesadaran masyarakat sekitar 15 persen untuk menyekolahkan anak berkebutuhan khusus.

Ke depan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menurut Nuryanto akan terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memberikan pendidikan. Apalagi pemerintah daerah menurut Nuryanto mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif sehingga tidak ada alasan lagi bagi masyarakat menyembunyikan anaknya.[*/aliefien]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar