Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Senin, 12 Agustus 2013

Lomba Penulisan Jurnalistik-2 tentang Peduli ABK tahun 2013

Dengan bangga, dalam rangka peningkatan pelayanan Pendidikan Khusus (PK) dan Pendidikan Layanan Khusus (PLK), maka Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (Dit.PPK-LK Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk kedua kalinya mengadakan "Lomba Penulisan Jurnalistik bertema Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)" yang ditujukan kepada wartawan (cetak/ online/ elektronik), pelajar/mahasiswa dan masyarakat umum.

Yang dimaksud ABK sesuai UU Sisdiknas No.20/2003 Pasal 32 Ayat 1 yang perlu Pendidikan Khusus (PK) diantaranya anak-anak/peserta didik penyandang ketunaan seperti :

1. Penyandang Disabilitas:
  • Tunanetra/buta dan Low Vision yang bermasalah dengan penglihatan.
  • Tunarungu yaitu hambatan pendengaran dan Tunawicara yaitu hambatan berbicara.
  • Tunadaksa yaitu lumpuh/hambatan fisik atau kehilangan satu/sebagian fisik.
  • Cerebral Palsy yaitu lumpuh/hambatan fisik akibat gangguan motorik syaraf.
  • Tunaganda yaitu memiliki dua jenis handicap/ketunaan.

2. Anak Kesulitan Belajar:

  • Hiperaktif, yaitu anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian pada jangka waktu tertentu, anak hanya mampu memusatkan perhatian pada waktu yang sangat pendek, mudah terganggu perhatian dan pikirannyanya dan tidak mampu mengontrol diri untuk bersikap tenang.
  • ADD (Attention Deficit Disorder)/ ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan. 
  • Autis, yaitu anak yang terhambat dengan bidang sosialisasi, imajinasi, dan komunikasi.  
  • Asperger Syndrome, yaitu salah satu gejala autisme dari kemampuan linguistik dan kognitif di mana para penderitanya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, sehingga kurang begitu diterima.
  • Down Syndrome yaitu suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak dengan ciri badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid.
  • Tunagrahita yaitu keterbelakangan intelektual dan perilaku. 
  • Dyslexia, yaitu kondisi ketidakmampuan belajar khususnya dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.
  • Dysgraphia, yaitu ketidakmampuan belajar dari kesulitan dalam mengungkapkan pikiran secara tertulis dan grafis.
  • Dysphasia, yaitu ketidakmampuan memproduksi dan mengerti bahasa.
  • Dyscalculia, yaitu kesulitan dalam belajar atau memahami perhitungan, termasuk memahami simbol-simbol matematika.
  • Dyspraxia, yaitu kesulitan yang dialami seorang anak dalam melaksanakan proses  “pembentukan ide” untuk membuat sebuah gerakan terencana, proses dalam “perencanaan gerak” untuk mencapai idenya, dan proses “pelaksanaan gerakan “ atau action tersebut. Dyspraxia dikenal juga sebagai hambatan/gangguan motorik.

Kemudian anak-anak non disabilitas yang memiliki kelebihan daripada anak normal seusianya yang biasa disebut Anak CIBI/ cerdas istimewa dan bakat istimewa (multiple talented and special intelligence) seperti:

3. Anak Bakat Istimewa :
anak yang berbakat dibidang Kesenian, Olahraga, Ketangkasan dan Ketrampilan.

4. Anak Cerdas Istimewa :

anak dengan IQ 130< dan anak Indigo (anak mempunyai indera keenam atau intuisi yang luar biasa).


Sedangkan ABK non disabilitas lainnya pada Pasal 32 Ayat 2 UU Sisdiknas No.20/2003 yang perlu Pendidikan Layanan Khusus (PLK) diantaranya adalah:

1. Anak Korban Sosial-Ekonomi:
  • pekerja/buruh anak,
  • anak pemulung,
  • napi anak/ anak yang berhadapan dengan hukum (ABH),
  • pengasong anak,
  • anak pelacur,
  • pelacur anak,
  • anak korban asusila,
  • anak korban trafficking,
  • anak jalanan,
  • anak korban narkoba
  • anak korban HIV/AIDS,
  • anak korban perceraian,
  • anak yatim-piatu,
  • anak putus sekolah,
  • anak dari keluarga miskin absolut.

2. Anak Korban Bencana:
  • anak korban bencana alam,
  • anak korban konflik,
  • anak korban peperangan,
  • anak pengungsi.

3. Anak dengan Kendala Geografis:
  • anak-anak dari tenaga kerja Indonesia (TKI) diluar negeri.
  • anak-anak di wilayah 3T seperti anak di daerah tertinggal, anak di pulau terdepan, anak di terpencil/pedalaman/suku).
Catatan:
Anak-anak usia 7-18/19 tahun seperti 1. Korban Sosial-Ekonomi, 2. Korban Bencana, 3. Kendala Geografis tersebut ada juga yang dibina/ diasuh pada lembaga-lembaga di lingkup Asosiasi PLK (Pendidikan Layanan Khusus), PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), TBM (Taman Bacaan Masyarakat) ataupun LSM-NGO yang terkait dengan kategori ini.


KRITERIA PENILAIAN

Karya jurnalistik akan dinilai berdasarkan kriteria:
1. Muatan Inspirasi (Inspiratif)
2. Objektivitas dan keberimbangan
3. Kedalaman dan kelengkapan
4. Akurasi
5. Cara penyampaian

PETUNJUK TEKNIS, SYARAT dan KETENTUAN PENGIRIMAN:

Seluruh karya tulisan pelajar/mahasiswa, wartawan dan masyarakat umum berupa artikel/opini/editorial maupun "berita-feature" telah termuat di media cetak (koran/ tabloid/ majalah) di daerahnya masing-masing pada periode terbit/tayangan Januari 2012 hingga September 2013.

Karya penulisan bisa dikirim satu hingga lima judul naskah. Namun juri hanya mengambil salah satu karya naskah terbaik dari masing-masing peserta lomba.

Karya penulisan tersebut merupakan copy lengkap guntingan kliping berikut copy nama media penerbit, halaman terbitan dan tanggal terbitan dengan rapi dan jelas terbaca, hal ini sebagai bukti karya penulisan peserta yang telah dimuat di media massa.

Setiap peserta wajib mengirim salinan karya penulisan tersebut berupa file teks microsoft word. Masing-masing karya penulisan mencantumkan pada bagian atas judul naskah, berupa:
  • nama media massa yang menayangkan naskah tsb,
  • tanggal terbitan media cetak/ tayangan pada media online,
  • halaman yang memuat naskah tersebut,
  • nama penulis/peserta,
  • email penulis/peserta,
  • nomer ponsel penulis/peserta,
Salinan naskah-naskah tersebut disimpan ke dalam CD, dan kirim ke panitia lomba bersama copy guntingan kliping ke dalam amplop coklat (ukuran A4/ F4/ Folio). Sementara untuk naskah yang ditayangan di media online, maka naskahnya cukup di-print sesuai dengan halaman media online tersebut.

Di dalam amplop tersebut, peserta melampirkan pula 2 lembar pas foto ukuran 4x6 cm, 1 fotokopi KTP/pelajar, dan/atau 1 fotokopi kartu pers.

Karya jurnalistik dikirim cap pos atau mengirim langsung mulai 7 hingga 25 Oktober 2013 dengan amplop coklat (ukuran A4/ F4/ Folio) yang mencantumkan pada bagian kiri LOMBA TULIS ABK 2013.

Alamat pengiriman (klik):
Kepada Panitia Lomba Penulisan Jurnalistik.
Subdit Program dan Evaluasi.Direktorat PPK-LK DIKDAS, Kemdikbud.
Jl Raya Fatmawati, Cipete.Jakarta Selatan.


HADIAH:

• Juara I : Rp. 8.000.000 dan 1 buah laptop
• Juara II : Rp. 7.000.000
• Juara III : Rp. 5.000.000
• 6 Tulisan Favorit masing-masing : Rp. 1.000.000

Nama pemenang akan diumumkan pada website www.pk-plk.com, para pemenang akan diundang pada acara Gebyar Lomba PK-LK Pendidikan Dasar untuk penyerahan hadiah pada pertengahan bulan November 2013. Hasil penulisan terbaik akan diarsipkan secara online; dibukukan; ataupun diterbitkan di media Dit.PPK-LK Dikdas Kemdikbud.[\]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar