Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Senin, 18 November 2013

Gebyar Multi Talenta PK-PLK dan CIBI Dikdas Ajang Apresiasi Stakeholder

Gebyar Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) kembali digelar oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perhelatan bertajuk 'Gebyar Multi Talenta PK-PLK dan CIBI Dikdas Tingkat Nasional Tahun 2013' diselenggarakan di Gedung Olah Raga Lila Bhuana, Denpasar, Bali dengan mengusung tema 'Inspirasi Negeriku' yang berlangsung 17-21 November 2013.

Gebyar tersebut diselenggarakan dalam rangka memfasilitasi dan mengakomodir kebutuhan anak berkebutuhan khusus dalam menyalurkan potensi dan bakat anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan mengembangkan potensi siswa sesuai minat dan bakatnya.

Selain itu kegiatan ini bertujuan mempublikasikan dan sosialisasi potensi anak berkebutuhan khusus. Juga untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga akan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu dan relevansi serta daya saing PK-PLK.

Agenda yang ditampilkan meliputi pameran hasil unggulan sekolah dari Sentra atau Subsentra Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK), SLB binaan. Gebyar ini juga diisi dengan lomba Musik, Tari dan Desain Komunikasi Visual yang diikuti oleh siswa Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) jenjang SD dan SMP dari seluruh provinsi Indonesia.

Untuk pameran hasil unggulan sekolah akan melombakan Manajemen Produk Unggulan. Kesempatan yang dinanti oleh sekolah luar biasa dan inklusi ini dimeriahkan dengan pameran lomba Foto dan Penulisan Jurnalistik yang telah dilaksanakan pada Oktober lalu.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dikdas, Mudjito AK dalam kata sambutannya mengatakan pihaknya sangat bersyukur karena saat ini banyak pihak sudah memahami mengenai pendidikan inklusif. "Ini gejala yang luar biasa dan patut diapresiasi," ucapnya.

Karennya ucapan terima kasih dilontarkan Mudjito kepada semua pihak pemangku kepentingan yang telah mendukung pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PK-PLK).

*****

Siapkan Pendidikan Menengah Universal untuk Semua Anak 

Pemukulan gendang oleh Dirjen Pendidikan Dasar Hamid Muhammad menandai dibukanya Gebyar Multi Talenta Dikdas Tingkat Nasional 2013 di Bali. Sebelum membuka acara yang berlangsung di Bali 17-21 November ini, Hamid memberikan sambutan yang menyebut  wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun sudah memasuki tahap akhir dan akan diganti dengan Pendidikan Menengah Universal.

"Di penghujung wajib belajar sembilan tahun pendidikan dasar dan memasuki Pendididikan Menengah Universal (PMU) ini maka pendidikan adalah kewajiban yang harus disiapkan untuk memberikan pendidikan kepada semua anak," ujar Hamid, di GOR Lila Bhuwana Denpasar, Bali Senin (18/11/2013)

Dalam rangka pelaksanaan PMU tersebut khususnya yang terkait dengan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus Hamid mengatakan ada beberapa yang harus dilakukan oleh pemerintah. Di antaranya adalah menyiapkan layanan pendidikan melalui SLB dan sekolah inklusif.

"Masih ada 100 lebih Kabupaten yang belum mempunyai SLB.Dan ini memberikan kesempatan kepada sekolah reguler mau menjadi sekolah inklusif," ucapnya.

Hamid melanjutkan bahwa saat ini terdapat 330.000 anak berkebutuhan khusus tingkat pendidikan dasar. Namun dari jumlah itu yang mengenyam pendidikan sebanyak 116.000 anak. "Jadi masih ada 65% anak berkebutuhan khusus yang belum terlayani pendidikan. Dengan adanya PMU itu maka kita wajib menjemput anak berkebutuhan khusus tersebut untuk memberikan layanan pendidikan minimal di sekolah inklusif," tutur Hamid.

Dirjen Dikdas Hamid Muhammad itu juga berpesan kepada daerah agar jangan sampai terjadi penutupan sekolah inklusi. "Saat ini ada sekolah yang ingin menutup layanan inklusif. Saya berharap yang seperti ini jangan sampai terjadi," tutur Hamid.
  
Program PMU Kemendikbud

Program Pendidikan Menengah Universal telah diluncurkan  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh pada Juni 2013.PMU ditujukan untuk mencapai target Angka Partsisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah 97% pada tahun 2020.

Saat ini tercatat APK pendidikan menengah baru mencapai 78,7%. Target pencapaian APK pendidikan menengah  97%  pada tahun 2020 mengisyaratkan  bahwa seluruh siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah dan  lulusan SMA sederajat dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja.  

Program PMU merupakan salah satu strategi untuk menghadapi meningkatnya penduduk usia produktif di Indonesia. Melalui program PMU ini Kemdikbud memberikan kesempatan seluas-luasninkluya kepada setiap warga negara untuk mengikuti pendidikan menengah yang bermutu.(*/fin)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar