Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Minggu, 30 Agustus 2015

2.619 Siswa Berprestasi Uji Kemampuan Seni di FLS2N 2015

Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hamid Muhammad, mengatakan, penyelenggaraan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke-8 melibatkan 2.619 siswa berprestasi dari tingkat SD, SLB hingga SMA di Palembang, Sumatera Selatan

Hamid mengatakan, FLS2N 2015 dapat menjadi wahana pembuktian kompetensi putra-putri Indonesia di dalam membina bakat khususnya bidang seni yang berakar di Indonesia.

Hamid menyebutkan, sebagai apresiasi, pada FLS2N akan diberikan empat bentuk penghargaan. Pertama, sertifikat yang akan diberikan kepada seluruh peserta, juri, dan pendamping lomba. Kedua, medali yang akan diberikan kepada juara I, II, dan III. Ketiga, beasiswa prestasi yang akan diberikan kepada para pemenang I, II, III. Keempat, pemberian piala bergilir bagi juara umum FLS2N.

Sebanyak 163 medali untuk 28 cabang seni yang dilombakan pada FLS2N 2015. Medali terdiri atas 77 medali emas, 43 perak, dan 43 perunggu.

Hamid mengatakan, untuk tahun ini, Kemdikbud akan mengikutsertakan juara pada beberapa bidang lomba ke dalam kompetisi ajang internasional di tingkat SMP dan SMA pada bidang vokal grup, tari tradisional, menulis puisi, dan lomba poster.

"Khusus jenjang SMP, juara FLS2N dari bidang vokal grup, tari tradisional, dan menulis puisi. Sedangkan jenjang SMA akan dikirimkan juara dari bidang lomba poster," kata Hamid pada pembukaan FLS2N yang bertemakan "Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Seni", di Palembang Sport Convention Center (PSCC), Sumatera Selatan, Senin (24/8/2016).

Dia menjelaskan, FLS2N merupakan ajang lomba seni tingkat nasional tahunan yang melibatkan siswa SD hingga SMA dengan proses seleksi berjenjang di setiap provinsi, dimulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Sementara, untuk perlombaan akan berlangsung selama seminggu, 23-29 Agustus.

Pelestarian Budaya


Banyak cabang seni yang ditawarkan, dari mulai seni sastra, lukis, suara, hingga senikria. Untuk seni yang memasuki kategori lomba, meliputi seni sastra yaitu cipta dan baca puisi, menulis cerpen, seni baca Alquran. Sedangkan untuk kategori festival yaitu tari kreasi berpasangan, tari tradisional, drama singkat atau fragmen. Peserta terbaik lomba akan menjadi juara sedangkan peserta terbaik dalam festival dikategorikan menjadi best performance. Yang perlu diingat, seluruh peserta mengupayakan FLS2N tahun ini sebagai arena festival yang fair, sportif, serta kompetitif.

FLS2N menjadi salah satu ajang untuk bisa melestarikan seni dan budaya kita. “Seni dan budaya memperkuat karakter bangsa, itu jelas!  Dengan diselenggarakannya kegiatan ini setiap tahunnya,  menjadi  salah satu perangkat bangsa yang menjembatani antarbu-daya, antardaerah dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Dirjen.

Festival seperti ini penting sekali karena anak-anak Indonesia bisa lebih mengenal nusantara dan mengenal seluruh kebudayaan yang ada di Indonesia. Dan yang tak kalah pentingnya juga adalah untuk membangun ketahanan nasional yang harus dibarengi dengan  ketahanan budaya. Dari ajang yang digelar tiap tahun ini, Nampak sekali unsur yang ada mengarah pada pembangun kreativitas, pembangun inovasi, serta pembangun talenta seni. Semua itu jika berkembang dengan baik akan memastikan bahwa anak-anak Indonesia bisa  menjadi anak yang baik dan potensial.

Sejak dini, anak memang perlu diperkenalkan dengan bentuk-bentuk kesenian, seperti: seni suara, seni musik, seni tari, seni lukis, seni drama, dan lain sebagainya. Aktivitas seni pada anak dapat diwujudkan dengan kegiatan-kegiatan seperti ini.

Ekspresi anak-anak tersebut akan menunjukkan seberapa cerdas dan aktifnya mereka. Diharapkan pula si anak akan pintar menampilkan permainan terbaiknya dalam bermusik atau berkesenian lainnya. Kehalusan rasa dan pribadi anak akan terbentuk dari perkembangan ekspresi seni atau berkesenian kepada anak-anak.

Gubernur berharap, hasil dari kegiatan ini, bagi yang menjadi juara tentu akan diberikan apresiasi. Menurutnya, semua siswa yang berprestasi di NTB, selalu memeroleh penghargaan, “Bukan hanya berprestasi di sisi pendidikan formalnya saja, tapi juga seni, budaya, ketrampilan-ketrampilan dan inovasi-inovasi lainnya,” tambahnya.

Melalui seni, kita juga ingin mengoptipmalkan anak-anak kita untuk cinta terhadap tanah air, karena perkembangan seni di kalangan anak-anak sekarang ini sudah mulai memudar. Dengan adanya seni tradisi budaya dari masyarakat, ini membawa pengaruh yang baik dan sungguh luar biasa.

Apapun yang dilakukan mereka, selama itu positif dan mampu membuat mereka berkembang, wajib didukung oleh siapa saja. Semoga prestasi anak-anak peserta FLS2N kali ini melebihi tahun lalu, sebab harapannya nanti bisa dibawa sampai ke lomba atau festival-festival tingkat internasional. Diharapkan pula nantinya dia akan pintar mengekspresikan dirinya di depan siapa pun.

Bermain musik dan bernyanyi tentu sangat menyenangkan, apalagi dilakukan oleh anak-anak kecil. Anak-anak juga butuh menyalurkan ekspresi mereka lewat seni musik dan seni suara.[\]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar