Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Minggu, 28 Agustus 2016

Siswa Berprestasi Bidang Seni Uji Kemampuannya di FLS2N 2016 Manado

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke IX di Kota Manado, Sulawesi Utara, dari tanggal 28 Agustus hingga 1 September 2016.

Tahun ini, FLS2N bertemakan Berkreasi, Berkarya, dan Berprestasi. "Perlehatan akbar ini dilakukan sebagai upaya Kemdikbud dalam peningkatan mutu peserta didik melalui pengembangan inovasi, potensi dan prestasi di bidang seni, diantaranya bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di Indonesia," kata Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPKLK) Sri Renani Pantjastuti jelang pembukaan FLS2N ke IX.

Sebanyak 2.945 peserta FLS2N dari 34 provinsi yang akan berlaga. Mereka berasal dari  476 siswa Sekolah Dasar (SD), 850 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), 510 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 701 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 408 Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) atau ABK.

"Pada kategori PKLK peserta didik terdiri dari SDLB, SMPLB dan SMALB sebanyak 408 siswa berkebutuhan khusus. Mereka didampingi 408 guru/kepsek dan 34 pembina. Sehingga jumlahnya 1.099 orang. Dan sebanyak 408 siswa berkebutuhan khusus itu mengikuti 12 cabang yang diperlombakan dari jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB. Mereka telah disaring melalui kompetisi sebelumnya di daerahnya masing-masing," terang Renani.

Pada kategori PKLK atau siswa berkebutuhan khusus, mereka mengikuti 12 cabang perlombaan. Cabang seni yang dilombakan untuk jenjang SDLB adalah menyanyi solo, melukis, dan baca puisi. Cabang seni yang dilombakan untuk jenjang SMPLB adalah melukis, cipta baca puisi, dan design grafis. Cabang seni yang dilombakan untuk jenjang SMALB adalah melukis, menari, dan design grafis. Gabungan jenjang SMPLB/SMALB cabang seni yang dilombakan adalah menyanyi solo, MTQ, dan pantomim.

Tujuan penyelenggaraan FLS2N bagi ABK adalah 1). Menggali dan memberikan dorongan kepada peserta didik Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus agar dapat mengembangkan potensi, bakat dan kreativitasnya untuk dikembangkan secara optimal; 2). Memupuk dan menumbuhkembangkan jiwa seni, semangat, disiplin dan rasa percaya diri bagi peserta didik Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus; 3). Meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar dan berkarya melalui kompetisi yang sehat, jujur dan terbuka; 4). Mendapatkan gambaran yang konkrit dan merupakan salah satu alat evaluasi penyelenggaraan proses pembelajaran seni sesuai standar kompetensi siswa di sekolah; 5). Menumbuhkembangkan semangat mandiri dalam berkarya dan berprestasi, serta mendapatkan bibit unggul di bidang akademik, seni dan olahraga.

Hasil yang diharapkan terhadap ABK yang mengikuti FLS2N ke IX ini adalah terciptanya suasana kompetisi yang sehat dan sportif antar peserta didik PK dan LK, antar sekolah, antarkabupaten/kota dan antar provinsi di bidang mata pelajaran, kesenian dan keterampilan; terwujudnya peserta didik PK dan LK yang berprestasi di bidang seni lukis, seni musik, dan cipta baca puisi tingkat nasional; dan terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa sebagai modal dalam mewujudkan pendidikan karakter bangsa.

Perhelatan tahunan bidang kesenian ini sangat bergengsi di kalangan siswa. Selama sembilan tahun berturut-turut, dari tahun 2008 sampai 2016, lonjakan jumlah peserta terjadi di tahun 2008 sampai 2010, yaitu dari 1.615 siswa, 2.211 siswa, dan 2.261 siswa secara berturut-turut. Kemudian, jumlah ini turun menjadi 1.584 siswa di tahun 2011, 1.743 di tahun 2012. Jumlah peserta terbanyak ada di tahun ini, yaitu sebesar 2.945 siswa.

Pertama kali FLS2N diselenggarakan tahun 2008 di Bandung (Jawa Barat); FLS2N tahun 2009 di Yogyakarta; tahun 2010 di Surabaya (Jawa Timur), tahun 2011 di Makassar (Sulawesi Selatan); tahun 2012 di Mataram (NTB); tahun 2013 di Medan (Sumatera Utara); tahun 2014 di Semarang (Jawa Tengah); tahun 2015 di Palembang (Sumatera Selatan); dan kini tahun 2016 di Kota Manado (Sulawesi Utara).

Data kilas balik FLS2N dari Ditjen Dikdasmen Kemdikbud merilis Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah bergiliran menjadi juara umum. Secara rinci, Jawa Tengah menduduki juara umum FLS2N di tahun 2008, 2010, dan 2015. Sedangkan, Jawa Barat berada di posisi juara umum di tahun 2009, 2011, 2013, 2014. Jawa Timur meraih juara umum di tahun 2012.[\]

Media Relations
Rahmintama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar