Post Top Ad

Post Top Ad

-0-

Senin, 02 Mei 2016

Tahun 2016, Kemdikbud Luluskan 500 Siswa Program ADEM

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pada tahun 2016 telah meluluskan angkatan pertama program ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah) sebanyak 500 siswa asal Papua dan Papua Barat. Program ADEM sebagai upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan kepada siswa-siswi Papua dan Papua Barat untuk lebih mengoptimalkan kemampuannya, bersaing dengan anak bangsa di seluruh Indonesia.

Program ADEM dilaksanakan di 161 SMA/SMK yang tersebar di 6 (enam) provinsi yaitu Bali, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Salah satu kebijakan untuk percepatan dan pemerataan pendidikan nasional adalah dilaksanakannya program ADEM bagi siswa Papua dan Papua Barat yang merupakan implementasi dari UU Nomor 35 tahun 2008, UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua, Perpres Nomor 65 tahun 2011 dan Permendikbud Nomor 72 tahun 2013.

“Dengan adanya Program ADEM diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan dan kepastian memperoleh layanan pendidikan berkualitas bagi peserta didik yang memiliki kemampuan akademik yang baik khususnya bagi siswa Papua dan Papua Barat yang bersekolah yang ditunjuk pada 6 provinsi,” kata Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen, Kemdikbud) Hamid Muhammad.

Dikatakannya, banyaknya siswa dan siswi peserta Program ADEM maka diharapkan ‘kemampuan literasi’ masyarakat Papua dan Papua Barat secara umum dapat meningkat karena kemampuan Literasi Dasar merupakan salah satu komponen penting ‘Keterampilan Abad 21’ selain karakter yang baik dan kompetensi yang mumpuni.

“Kami dari pemerintah pusat menyadari bahwa tanpa adanya kerjasama, koordinasi dan sinkronisasi dengan Pemerintah Daerah maka pelaksanaan Program ADEM tidak akan berjalan dengan optimal. Mari kita “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita” agar lahir bintang-bintang pendidikan di Papua dan Papua Barat,” papar Dirjen Dikdasmen.

Setelah menyelesaikan SMA/SMK, siswa peserta Program ADEM tetap bersemangat dalam belajar, siswa asal Papua dan Papua Barat ini akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Indonesia melalui Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK).

Pada kesempatan yang sama Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dikdasmen, Sri Renani Pantjastuti, mengatakan sebelum melepas ke 500 siswa ADEM tersebut, pihaknya menyelenggarakan dua acara yaitu Pembinaan Diri Peserta Didik ADEM Papua-Papua Barat, dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi kepala sekolah di enam provinsi pemberi layanan siswa ADEM, mulai tanggal 9 hingga 11 Mei 2016 di Surabaya.

Sukses

Program ADEM cukup sukses meningkatkan jumlah lulusan dari daerah Papua di perguruan tinggi.  Program ini juga sangat membantu masyarakat Papua untuk berbaur dengan lingkungan yang baru dan mengenal saudara-saudaranya dari seluruh Indonesia dan begitu pula sebaliknya. Dirjen. Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad menjelaskan bahwa program ADEM juga bertujuan agar pendidikan merata di seluruh Indonesia. Selanjutnya, peserta Program ADEM wajib mengikuti Program BPJS Kesehatan agar siswa terjamin kesehatannya dimanapun mereka berada.

Siswa-siswi memang disarankan mencari tempat tinggal di sekitar sekolah agar bisa cepat beradaptasi sekaligus melatih kemandirian. Siswa memang tidak dianjurkan untuk tinggal dengan kerabat untuk melatih kemandirian. Namun umumnya di setiap sekolah paling sedikit ditempatkan dua siswa agar tidak merasa kesepian

Jumlah 500 siswa memang sejak awal sudah tidak genap, sebab dua hingga tiga pekan semenjak kedatangan para siswa Papua dan Papua Barat, peserta Program ADEM mulai berguguran karena beberapa siswa mengalami sakit dan sejumlah siswa lainnya pulang karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Dari 500 siswa SMP peserta program sebanyak empat orang batal berangkat serta sebanyak 18 anak diantaranya kembali Papua setelah sempat berada di kota tujuan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA/SMK.

Siswa siswi asal Papua dan Papua Barat tersebut tersebar di 179 SMA/SMK unggulan baik negeri maupun swasta di sejumlah kota di Pulau Jawa, yakni Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat di Bogor dan Bandung, DI Yogyakarta, Jawa Tengah di Semarang, Demak, Magelang, Wonogiri, Klaten, Provinsi Jawa Timur di Malang, Jember, Lamongan, dan Tuban serta Provinsi Bali di Kuta, Buleleng dan Karang Asem.

Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Papua dan Papua Barat merupakan program pemerintah untuk mempercepat pembangunan di wilayah Indonesia bagian Timur khususnya Papua dan Papua Barat.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, jalur afirmasi bukanlah bentuk diskriminasi atas Papua. Namun, lebih kepada transformasi kultur akademis kepada masyarakat Papua melalui status otonomi khusus yang dimilikinya.

Program afirmasi ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara Jawa dan Papua. Program ini juga bertujuan untuk mencegah para mahasiswa afirmasi pendidikan mengalami gegar budaya ketika kuliah di perguruan tinggi negeri di Jawa. [\]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar